Sejarah

Pondok Pesantren Darul Ihsan dimulai pada tahun 2018 ketika didirikan oleh almarhum KH Ahmad Nasuha Kurdi dan Ny. Hj. Khumaisijatul Banat. Visi dan dedikasi mereka terhadap pendidikan Islam mendorong mereka untuk mendirikan pesantren ini sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan spiritual.

Dengan bantuan dari anak-anak mereka, pesantren ini dijalankan dengan penuh dedikasi, menyediakan lingkungan yang mendukung bagi para santri. Menyadari pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter, Pondok Pesantren Darul Ihsan berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang holistik dan berimbang.

Pada saat pendirian pesantren, nama “Darul Ihsan” diberikan oleh Syaikh Yusri Rusydi Jabr, seorang ulama dari al-Azhar yang juga seorang dokter bedah. Syaikh Yusri merupakan contoh lulusan yang ingin dicetak oleh pesantren ini: seorang yang keyakinannya tertanam pada aqidah yang kuat dan benar dari Ahlussunnah Wal Jama’ah, serta memiliki kecapakan profesional yang tinggi.

Pondok Pesantren Darul Ihsan terletak di Dusun Leler, Desa Randegan, yang secara historis telah dikenal sebagai tempat yang mendidik para ulama yang memainkan peran penting dalam masyarakat mereka. Keberadaan pesantren di lingkungan yang penuh berkah ini memberikan tambahan keistimewaan dan berdampak positif pada proses pendidikan yang dilakukan. Pesantren ini mengambil inspirasi dari tradisi keilmuan yang kokoh di desa tersebut dan berupaya menjaga warisan intelektual yang berharga.